Posted by: miraclesky on: January 26, 2009
Saat kenyataan yang terjadi sesuai dengan harapan kita, pasti kita ngerasa senang dan puas!
Tapi saat kenyataan yang ada terasa jauh dari harapan, saat itulah hidup terasa sangat ga bersahabat. Bikin kita berpikir ‘life is just series of unfortunate events’.
Dalam hidup, manusia pasti mengejar satu hal; KEBAHAGIAAN. Tapi di samping itu, nyatanya kita juga diberi kesedihan, kegagalan, kekecewaan dan kehilangan yang dialami jutaan manusia di dunia ini. But that’s life!
Harapan kita ga selalu jadi kenyataan! Hal ini kadang bikin sedih dan hidup terasa ga adil.
Kenapa setiap kali kita mengharapkan sesuatu banget, akhirnya malah ga terkabul, tapi saat kita ga terlalu menginginkannya, alias santai aja, eh..malah dapet!? the answer is; because that’s just the way it is. Life is not always easy and smooth as we wish. The world neeeds balance, makanya when everything goes too smooth, kita perlu curiga karena that’s not the way it is.
Mungkin ada jurang yang tak terlihat antara harapan dan kenyataan. Makin lebar jurangnya, makin terasa penderitaan dan makin terasa berat hidup yang harus di jalani.
Sebagai manusia, kita cuma bisa melakukan usaha terbaik untuk mewujudkan harapan. Klo kenyataannya ga sesuai, positive thinking aja klo itu yang terbaik untuk kita. Setuju? dan terima itu sebagai ups and downs kehidupan. Well..welcome to the real world!
January 26, 2009 at 5:10 pm
Posting pertama udah bisa bikin debat prespektif nih.. Mantap
Menurut aku kebahagiaan dan Kesedihan itu berasal dari pikiran kita aja, ada orang yang kehilangan seribu rupiah aja sedihnya minta ampun, ada yg kehilangan lima juta masih ketawa2 (aku pernah tau kondisi ini lho, kebetulan orangnya baru online hahaha).
Selagi kita blom mendapatkan sesuatu yang kita harapkan, mungkin kita masih dianggap blom cukup mental atau blom waktunya sama yg diatas. Tapi disini bukan berarti semuanya kita sama ratakan dengan pasrah, ini cuma untuk ngebikin buffer kita untuk lebih kuat aja, cara orang beda2 tapi intinya sama. Aku setuju sama balance, biar ga maniiiisss terus, biar ga asiiiiin mulu. Bete lho?
Terus menerus berusaha juga blom cukup menurut aku, ini bisa diibaratkan: ketemu tembok, coba lompat terus. ada filosofi jangan jadi lalat yg hanya mencoba satu jalan, tapi jadilah semut, cari terus jalan keluar. Be flexible, meski susah
Kalo jalannya lancar, ya alhamdulilah, mungkin memang rejeki dan tuntunan Nya ampuh buat kita.
Wah enti orangnya termasuk apatis apa opportunis yah? hehehe..