Posted by: miraclesky on: February 4, 2009
Feminist: a person who supports the belief that women should have the same right and opportunities as men. –Oxfort advance learner’s dictionary-
Semoga aja aku pantes menyebut diri aku seorang feminis, cuz aku cukup memenuhi kriteria di atas. But since I’m the hardcore one, aku percaya kalau perempuan justru ‘lebih’ daripada laki-laki, walaupun sedikit, hehe…
Aku percaya sama ungkapan “Behind a good man, there’s a great woman”. Tanpa kita disadari, sebenarnya perempuan mengatur dunia ini lewat laki-laki, bener nggak? Emmm..just think about it, what is a man wouldn’t do for a woman when he’s falling in love? Hihihi..
Tapi…untuk jadi sejajar sama laki-laki, aku harus mau leave the ‘ladies first’ behind! A little story..waktu kecil babeku suka banget nonton serial Macgyver dan aku sering ikutan nimbrung. Dari situ, aku mulai seneng ngotak ngatik. Karena kebiasaan itu, sampai sekarang aku jadi nggak tergantung sama laki-laki untuk urusan-urusan yang kata orang ‘kerjaan laki-laki’. Dari mompa sepeda, benerin colokan, nyecet/maku tembok, masang lampu, ganti kran bocor. Yang terpenting selama masih dalam jangkauan tubuhku, aku akan lakukan sendiri. Untuk angkat-angkat barang juga, kalau masih bisa angkat sendiri, kenapa harus minta diangkatin?
Diam-diam dunia saat ini menuntut perempuan jadi ‘makhluk super’ yang bisa ngerjain banyak peran sekaligus. Kita cuma perlu tahu bahwa kita sebagai perempuan, suka nggak suka, mau nggak mau, bisa nggak bisa, harus punya extra power supaya bisa sukses menjalankan banyak peran. Dunia yang keras buat perempuan and we have to be tough supaya bisa melindungi diri kita sendiri. Jadiii,yang harus kita lakukan untuk survive adalah memanfaatkan potensi diri dan mengeluarkan all the hidden power we have. With all the respect to man that we can’t live without, and be a tougher woman!
I’m the only guy in this post.. hiks..
Aku sempet kaget pas baca title nya, secara, kalo translate ke indon eyd (ejaan yang dibenarkan) hard core: isinya keras; feminist: kewanitaan; jadinya kewanitaan yg keras. <- bini gue dalemnya keras.
Actually i’m speechless.. umm.. uuh.. emang masih ada ya diskriminasi wanita secara masal? The good: being better and better all over the time is a good thing for ourself. The bad:besok2 kalo ngelamar kerjaan jangan jadi kuli ya sayang? please..
Always keep tryin to be marvelous woman babe! Yay! Yay! Yay!
Bebi, tulisannya koq jadi ga keliatan?
Perempuan hebat itu salah satu yang dibanggakan dari banyak laki-laki. Tapi banyak perempuan hebat jadinya arogan, yang justru berakibat merendahkan martabat suami/pasangan mereka sendiri dengan kemampuan yang dimilikinya. Apalagi kalo bicara soal pendapatan.. Wuih banyak tuh ceritanya, career wife yang tidak memperdulikan kehidupan rumah tangganya. Poin-nya adalah ‘balance’. Dan rata-rata laki-laki tidak akan membiarkan perempuan melakukan pekerjaan kasar, karena mereka ingin mempertahankan sosok lembut dari seorang wanita.
February 5, 2009 at 5:10 am
plok! plok! plok! standing ovation buat this hardcore feminist.
kapan2 kalo ketemu ma euka bahas soal ini ya. soalnyah dia tuh gatell bangedh ma kata2 emansipasi perempuan.
well, buat aku. perempuan adanya bukan di atas laki2 [tergantung fave style on bed masing2 ya. hehe. bukan itu maksudnya], maksudnya we, as ladies, memang lebih dibanding laki2, aku setuju, bukan berarti mereka ga punya kelebihan. tapi secara hirarki kita emang bukan di atas. we’re just their ribs of which they can’t live without.
dan enti, one day, waktu kamu ngrasain rasanya giving birth. subhanallah … bahkan suami yg notabene kepala keluarga pun bertekuk lutut di hadapan lo. itu jibaku hidup mati yang sangat nikmat sekali.
February 5, 2009 at 11:13 am
jangan ngajak-ngajak euka ah..nanti ajie ikutan lagi.hehe…ups sorry babe.
saat krisis global ini perempuan dituntut untuk punya lebih “skill” untuk hidup. contohnya nih bisa kita jumpai para ibu yang berprofesi jadi supir taxi, busway, kenek bus, tukang ojek, dll..bukan karna apa tapi kepepet.hihi.. tidak lain alasannya sebagai sumber nafkah keluarga. that’s come to categories emansipasi wanita or in line with a man? hehe…ga ikutan ga ikutan..
i don’t know, may be we just open own mind n think wise, after that say out loud ‘i’m perfect women’ cayo ibu…